Penelitian ini didasari pada melihat perkembnagan kemampuan berhitung pada anak usia 4-5 tahun yang kurang optimal dalam berhitung angka 1-10 yang kurang pada daya tangkap saat pembelajaran berlangsung serta kurangnya pembelajaran yang bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kemampuan berhitung anak dengan kolase daun kering menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Clasroom Action Research). Penelitian ini dilaksanakan dua siklus dan di setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Agar penelitian ini berhasil tanpa adanya hambatan, maka peneliti menyusun langkah-langkah dalam penelitian tindakan kelas, ialah: a) Perencanaan Tindakan; b) Pelaksanaan Tindakan; c) Observasi; dan d) Refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B1 dengan jumlah anak 11 anak, dengan rincian yaitu: 6 anak laki-laki dan 5 anak perempuan di RA Asy-Syifa Pekanbaru. Objek penelitian adalah adanya peningkatan kemampuan berhitung pada anak menggunakan media kolase daun kering. Data yang peneliti kumpukan pada penelitian ini melalui observasi aktivitas guru, observasi aktivitas anak dan dokumentasi. Data dikumpulkan melalui observasi dan data diolah menggunakan rumus persentase. Hasil pada penelitian ini adanya peningkatan dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru dan anak dalam meningkatkan kemampuan berhitung. Peningkatan tersebut dapat dilihat melalui data awal, data siklus I dan siklus II aktivitas guru. Berikut perkembangan peningkatan aktivitas guru, data awal dengan persentase 31,2 %, data siklus I pertemuan 1 dengan persentase 59,3 %, siklus I pertemuan 2 dengan persentase 65,6 % dan data siklus II pertemuan 1 dengan persentase 78,1 %, siklus II pertemuan 2 dengan persentase 93,7 %. Pengamatan juga pada aktivitas anak mengalami peningkatan, berikut perkembanagan peningkatan aktivitas anak, data awal dengan jumlah 2 orang anak kriteria BSB, data siklus I pertemuan 1 dengan jumlah 3 orang anak kriteria BSB, data siklus I pertemuan 2 dengan jumlah 5 orang anak kriteria BSB dan data siklus II pertemuan 1 dengan jumlah 7 orang anak kriteria BSB, siklus II pertemuan 2 dengan jumlah 9 orang anak kriteria BSB. Dengan begitu kriteria anak yang mencapai BSB dengan jumlah 9 orang anak telah tercapai.