ANALISIS NILAI PENDIDIKAN DALAM KITAB AL-NAṢĀIḤ AL-DĪNIYYAH WA AL-WAṢĀYĀ AL-ĪMĀNIYYAH DAN RELEVANSINYA DI PONDOK PESANTREN BAITURRAHMAN AN-NIZHOM

Penulis: SARDIAH AULIA HTB

Tahun Lulus: 2026

Program Studi: Pendidikan Agama Islam

Jenis: Skripsi

Lihat / Unduh File PDF (Kecuali isi)

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan akhlak santri di tengah berbagai tantangan moral yang dihadapi generasi muda saat ini. Akhlak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam yang berfungsi membentuk kepribadian muslim yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Imam al-Ḥaddād sebagai salah satu ulama besar Islam memberikan perhatian yang besar terhadap pembinaan akhlak melalui karya beliau al-Naṣā’iḥ alDīniyyah wa al-Waṣāyā al-Īmāniyyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pemikiran Imam al-Ḥaddād tentang pembinaan akhlak santri di pesantren serta menganalisis relevansinya terhadap permasalahan akhlak santri pada masa kini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer penelitian adalah kitab alNaṣā’iḥ al-Dīniyyah wa al-Waṣāyā al-Īmāniyyah karya Imam Abdullah bin Alawi al-Ḥaddād, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, skripsi, dan literatur lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Imam al-Ḥaddād tentang pembinaan akhlak berlandaskan pada integrasi antara iman, amal saleh, dan akhlak sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pembinaan akhlak menurut Imam al-Ḥaddād dimulai dari penguatan keimanan, penyucian hati, pengendalian hawa nafsu, pembiasaan amal saleh, serta penerapan adab dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang ditekankan meliputi keikhlasan, kesabaran, kejujuran, tawadhu’, menjaga lisan, dan kedisiplinan dalam beribadah. Pemikiran tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan pembinaan akhlak santri di pesantren masa kini karena mampu menjadi landasan dalam membentuk karakter santri yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan berkepribadian Islami.


Kata Kunci: Pemikiran Imam al-Ḥaddād, Pembinaan Akhlak, Santri, Pesantren, Kitab al-Naṣā’iḥ al-Dīniyyah wa al-Waṣāyā al- Īmāniyyah.
« Kembali ke Pencarian