Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman sebagian santri kelas VII terhadap materi Fikih serta kurangnya keterlibatan santri dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, metode halaqah diterapkan untuk meningkatkan pemahaman santri melalui kegiatan belajar yang lebih aktif, interaktif, dan komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode halaqah dalam meningkatkan pemahaman santri kelas VII pada pembelajaran Fikih di Pondok Pesantren Baiturrahman An-Nizhom Siak serta mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan guru Fikih, pengasuh pesantren, dan santri kelas VII. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode halaqah efektif dalam meningkatkan pemahaman santri pada pembelajaran Fikih. Hal ini terlihat dari meningkatnya keaktifan santri dalam berdiskusi, bertanya, menjelaskan kembali materi dengan bahasa sendiri, serta mengamalkan materi Fikih dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung penerapan metode halaqah meliputi motivasi belajar santri, hubungan yang baik antara guru dan santri, lingkungan pesantren yang kondusif, serta tersedianya bahan ajar. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan kemampuan belajar santri, kurangnya rasa percaya diri, keterbatasan fasilitas, dan waktu pembelajaran yang terbatas.