Peran orang tua dalam perkembangan anak usia dini memiliki pengaruh yang besar, khususnya dalam membentuk keterampilan komunikasi yang positif anak usia dini. Namun, realitas modern menunjukkan bahwa banyak orang tua menghadapi tantangan dalam mendampingi anak secara optimal akibat kesibukan bekerja dan memberikan anak akses bebas pada gadget sebagai pengganti orang tua. Ketidakhadiran ini berpotensi menghambat perkembangan komunikasi anak, baik dari segi responsif terhadap lingkungan, empati terhadap sesama, maupun keterbukaan dalam berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi positif anak usia dini yang meliputi lima indikator utama: responsif, empatik, terbuka, optimistik, dan tidak menghakimi. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Kualitatif dengan memilih 5 anak usia dini sebagai sampel, 5 orang tua sebagai informan kunci, dan informan tambahan dari kepala sekolah dan guru TK IT Tahfizh Al-Makki. Data yang dikumpulkan dengan instrument berupa: Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa anak-anak yang mendapatkan dukungan dan pola asuh terbuka dari orang tua menunjukkan komunikasi yang lebih positif, seperti berani mengungkapkan pendapat, mampu menenangkan teman, dan terbuka terhadap ide orang lain. Sebaliknya, anak yang kurang mendapat perhatian cenderung pasif atau justru meniru pola komunikasi dari tontonan gadget. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa sebagian besar anak sudah menunjukkan indikator komunikasi positif, terutama dalam hal keterbukaan, tidak menghakimi, dan sikap optimistik. Hasil ini menunjukkan pentingnya peran aktif orang tua dan lingkungan sekolah dalam mengembangkan komunikasi positif anak secara menyeluruh.