Penelitian ini latarbelakangi oleh masih maraknya fenomena tindakaperundungan (bullying) di lingkungan sekolah, baik berupa kekerasan verbal, fisik, maupusosial, yang berdampak buruk pada perkembangan psikologis dan prestasi akademi siswa. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi strategis dalam membentuk akhlak mulia dan mencegah perilaku menyimpang tersebut melalui internalisasi nilai keagamaan, salah satunya yang bersumber dari QS. Al-Hujurat ayat 11. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui strategi guru PAI dalam menanggulangi perilaku bullying di SMAN 1 Tapung Hulu Kampar, dan (2) Mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat yang dihadapi guru PAI dalam menanggulangi perilaku tersebutJenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara semi terstruktur, observasi langsung terhadap kegiatan sekolah, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yang meliputi Kepala Sekolah, Guru PAI, dan beberapa siswa SMAN 1 Tapung Hulu. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member check, dan perpanjangan keikutsertaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi guru PAI dalam menanggulangi perilaku bullying dijalankan melalui tiga pendekatan utama, yaitu pendekatan preventif (memberikan keteladanan/uswah hasanah, pembiasaan akhlak mulia, pengintegrasian nilai toleransi dan ukhuwah dalam kurikulum merdeka, serta pembiasaan kegiatan ibadah rutin), pendekatan kuratif dan edukatif (pemberian nasihat/mau'izhah, konseling Islami secara personal, mediasi, dan penerapan sanksi mendidik/ta'zir), serta pengawasan aktif. (2) Faktor pendukung strategi ini meliputi komitmen kepala sekolah, kolaborasi yang kuat bersama guru BK dan wali kelas, tersedianya sarana ibadah yang memadai, serta kultur sekolah yang religius. Sementara itu, faktor penghambatnya mencakup kurangnya kesadaran sebagian siswa terhadap dampak buruk bullying, pengaruh negatif lingkungan pergaulan luar sekolah serta media sosial, terbatasnya jam pelajaran PAI, dan kurangnya keterlibatan pengawasan dari sebagian orang tua di rumah.