IMPLIKASI PENGGUNAAN AUDIO SLOW RECITATION DALAM MENGHAFAL AL-QUR’AN DI RUMAH TAHFIZ H. SYAHRUDIN NST

Penulis: M. ALI JIDAR NASUTION

Tahun Lulus: 2026

Program Studi: Pendidikan Agama Islam

Jenis: Skripsi

Lihat / Unduh File PDF (Kecuali isi)

Abstrak

Menghafal Al-Qur'an merupakan salah satu bentuk penjagaan terhadap kemurnian wahyu Allah Swt. yang membutuhkan metode pembelajaran efektif agar proses hafalan berlangsung lebih mudah, berkualitas, dan berkelanjutan. Perkembangan teknologi pendidikan telah menghadirkan berbagai inovasi dalam pembelajaran tahfizh, salah satunya melalui penggunaan audio slow recitation. Rumah Tahfizh H. Syahrudin NST telah menerapkan metode tersebut sejak tahun 2017, namun masih ditemukan berbagai kendala, seperti perbedaan kemampuan hafalan santri, kurangnya konsentrasi, serta belum optimalnya pemanfaatan media audio. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penggunaan audio slow recitation dalam menghafal Al-Qur'an serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapannya di Rumah Tahfizh H. Syahrudin NST. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas informan kunci, yaitu Kepala Rumah Tahfizh H. Syahrudin NST (Syahrudin NST), guru tahfizh (Suhaeri NST dan Ahmad Ridoan RKT), serta empat informan pendukung yaitu santri (Afif Maulana, Ahmad Mukti RKT, Rifi Hidayat, dan Arya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan audio slow recitation memberikan implikasi positif terhadap proses menghafal Al-Qur'an, yaitu mempermudah santri dalam mengingat ayat, meningkatkan ketepatan bacaan dari aspek makhraj dan tajwid, menumbuhkan motivasi belajar, serta membentuk kemandirian dalam muroja'ah. Faktor pendukung penerapan metode ini meliputi dukungan guru tahfizh, ketersediaan media audio dan teknologi, lingkungan rumah tahfizh yang kondusif, serta motivasi dan dukungan keluarga santri. Adapun faktor penghambatnya meliputi kurangnya konsentrasi sebagian santri, perbedaan kemampuan menghafal, keterbatasan sarana dan media, serta ketergantungan sebagian santri terhadap penggunaan audio. Dengan demikian, metode audio slow recitation terbukti menjadi salah satu inovasi pembelajaran tahfizh yang efektif apabila diterapkan secara proporsional dan dipadukan dengan metode talaqqi, muroja'ah, serta bimbingan intensif dari guru.


Kata Kunci: audio slow recitation, implikasi, menghafal Al-Qur'an, tahfizh, Rumah Tahfizh.
« Kembali ke Pencarian