Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian yang merekonstruksi konsep pendidikan adab terhadap penghafal Al-Qur'an secara utuh berdasarkan kitab At-Tibyān fī Ādābi Ḥamalatil Qur'ān karya Imam Nawawi. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep pendidikan adab terhadap penghafal AlQur'an dalam kitab At-Tibyān fī Ādābi Ḥamalatil Qur'ān karya Imam Nawawi (676 H). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian adalah kitab AtTibyān fī Ādābi Ḥamalatil Qur'ān karya Imam Nawawi, sedangkan sumber data sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, dan literatur lain yang relevan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi konsep pendidikan adab terhadap penghafal Al-Qur'an menurut Imam Nawawi meliputi lima komponen utama, yaitu: (1) landasan filosofis pendidikan yang berorientasi pada kemuliaan Al-Qur'an, keterpaduan ilmu dan adab, serta pembentukan akhlak mulia; (2) tujuan pendidikan yang diarahkan untuk memperoleh keridaan Allah Swt., memuliakan Al-Qur'an, membentuk pribadi berakhlak mulia, dan mengamalkan ilmu; (3) konsep pendidik yang mencakup keikhlasan, pengamalan ilmu, keteladanan, tawadhu', menjaga kehormatan Al-Qur'an, kasih sayang terhadap peserta didik, serta menjaga kemurnian niat; (4) konsep peserta didik yang meliputi meluruskan niat, menghormati guru, menjaga hafalan Al-Qur'an, bersikap tawadhu', menjaga adab terhadap Al-Qur'an, dan mengamalkan ilmu; serta (5) nilai-nilai adab yang meliputi keikhlasan, tawadhu', memuliakan Al-Qur'an, menjaga kehormatan ilmu, mengamalkan ilmu, dan akhlak mulia. Penelitian ini menghasilkan rekonstruksi konsep pendidikan adab terhadap penghafal Al-Qur'an yang disusun secara sistematis berdasarkan pemikiran Imam Nawawi dalam kitab At-Tibyān fī Ādābi Ḥamalatil Qur'ān. Konsep tersebut menunjukkan bahwa pendidikan adab tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga pada pembentukan kepribadian Qur'ani melalui pengembangan aspek spiritual, moral, intelektual, dan sosial, sehingga dapat menjadi landasan konseptual dalam pengembangan pendidikan tahfiz Al-Qur'an.