Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren Baituddin Petapahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Al-Qur’an santri melalui penerapan Metode Talqin di Pondok Pesantren Baituddin Petapahan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 14 santri Pondok Pesantren Baituddin Petapahan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase aktivitas guru, aktivitas santri, dan ketuntasan hasil belajar santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode Talqin dapat meningkatkan hasil belajar Al-Qur’an santri. Persentase ketuntasan hasil belajar pada tahap pra siklus sebesar 21%, meningkat menjadi 57% pada siklus I, dan meningkat kembali menjadi 83% pada siklus II. Aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari 50% pada siklus I menjadi 75% pada siklus II. Demikian pula aktivitas santri meningkat dari 56,25% pada siklus I menjadi 81,25% pada siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa Metode Talqin mampu meningkatkan keaktifan santri dan hasil belajar Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Metode Talqin dapat meningkatkan hasil belajar Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren Baituddin Petapahan.