Dalam hasil penulisan skripsi ini penulis memilih judul “Peran Guru Pendi dikan Agama Islam Pada Proses Pembentukan Akhlak Siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tapung Hulu Kelas IX” karena masih banyaknya siswa yang memiliki akhlak yang kurang baik. Penulis meneliti guru Pendidikan Agama Islam terutama terkait perannya sebagai pendidik, dan seberapa jauh seorang guru Pendidikan Agama Islam turut aktif dalam pembentukan akhlak siswa. Jenis penelitian ini merupakan studi lapangan kualitatif, yang melibatkan peneliti untuk melakukan penelitian langsung ke lapangan guna mengamati sebuah keadaan alamiah. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan tujuan untuk menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan keadaan sebenarnya. Penelitian deskriptif ini umumnya dilakukan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara akurat. Metode pengumpulan data dalam penelitian mencakup observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menerapkan pendekatan analisis data secara induktif, di mana penelitian dimulai dengan merinci fakta yang spesifik, lalu dianalisis untuk menemukan solusi atau pemahaman yang lebih bersifat umum. Dalam rangka mencapai tujuan yang optimal, seorang pendidik memiliki berbagai metode untuk meraih hasil terbaik bagi siswa. Dalam konteks pembentukan akhlak siswa, guru Pendidikan Agama Islam mengimplementasikan berbagai upaya dan tindakan yang khususnya dirancang untuk menanamkan Nilainilai positif kepada siswa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk akhlak siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tapung Hulu dapat dikatakan telah terlaksana dengan baik. Seperti melakukan berbagai Peran Guru Pendidikan Agama Islam, yaitu Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Pendidik, Konselor dan Evaluator. Dari hasil penelitian juga terdapat beberapa faktor yang menghambat proses pembentukan akhlak siswa, seperti siswa kurang bersosialisasi dengan baik, serta rasa egois yang tinggi. Sedangkan faktor hambatan dari luar yaitu seperti ketidakharmonisan dalam keluarga, sehingga siswa mendapatkan kurangnya perhatian dari pihak orangtua.