DAMPAK KETERLAMBATAN BERBICARA PADA ANAK STUNTING MENURUT ORANG TUA DAN GURU DI KELOMPOK BELAJAR JAYA PERKASA KAMPUNG EMPANG PANDAN KABUPATEN SIAK

Penulis: SUNARSIH

Tahun Lulus: 2026

Program Studi: Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Jenis: Skripsi

Lihat / Unduh File PDF (Kecuali isi)

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya anak stunting yang mengalami keterlambatan perkembangan bicara di Kelompok Belajar Jaya Perkasa Kampung Empang Pandan Kabupaten Siak. Keterlambatan bicara pada anak stunting dapat memengaruhi kemampuan berkomunikasi, berinteraksi sosial, serta proses belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak keterlambatan bicara pada anak stunting, upaya guru dalam mengatasi keterlambatan bicara, serta faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan bicara menurut orang tua dan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala kelompok belajar, satu orang guru, dan dua orang tua anak stunting. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan bicara pada anak stunting berdampak pada kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan kepercayaan diri anak. Anak mengalami kesulitan mengucapkan kata dengan jelas, menyampaikan keinginan, menjawab pertanyaan, serta kurang aktif berinteraksi dengan teman sebaya. Upaya guru dalam mengatasi keterlambatan bicara dilakukan melalui pemberian stimulasi bicara dalam komunikasi sehari-hari, penggunaan media pembelajaran, metode bermain sambil belajar, serta menjalin kerja sama dengan orang tua agar stimulasi bicara juga dilakukan di rumah. Faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan bicara meliputi kondisi stunting, kurangnya stimulasi bicara, lingkungan sosial yang kurang mendukung, dan penggunaan gawai secara berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang berkesinambungan antara guru dan orang tua dalam memberikan stimulasi bicara agar perkembangan bicara anak stunting dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tahap perkembangannya.


Kata Kunci: Keterlambatan berbicara, anak stunting, guru, orang tua, pendidikan anak usia dini.
« Kembali ke Pencarian