DAMPAK STIGMA SOSIAL DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSI DI MIS AN-NUR AL ISLAMI KABUPATEN KAMPAR

Penulis: AAN WIDIYANTO

Tahun Lulus: 2026

Program Studi: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Jenis: Skripsi

Lihat / Unduh File PDF (Kecuali isi)

Abstrak

Pendidikan inklusi memberikan kesempatan kepada peserta didik berkebutuhan khusus untuk belajar bersama peserta didik reguler tanpa diskriminasi. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan stigma sosial yang dapat memengaruhi penerimaan terhadap peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak stigma sosial dalam mengimplementasikan program pendidikan inklusi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan munculnya stigma sosial di MIS An-Nur Al Islami Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan kepala madrasah, wali kelas, guru pendamping (shadow teacher), orang tua peserta didik berkebutuhan khusus, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma sosial masih ditemukan dalam bentuk keraguan, kekhawatiran, dan anggapan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus lebih tepat bersekolah di sekolah khusus. Stigma tersebut berdampak pada penerimaan sosial, proses adaptasi peserta didik, kekhawatiran orang tua, dan dukungan masyarakat. Faktor utama munculnya stigma adalah kurangnya pemahaman dan informasi mengenai pendidikan inklusi, keterbatasan pengetahuan tentang karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, serta kurangnya pengalaman interaksi langsung. Meskipun demikian, stigma tidak menghentikan pelaksanaan pendidikan inklusi. Program tetap berjalan melalui pembelajaran bersama, penyesuaian pembelajaran, pendampingan shadow teacher, serta kerja sama sekolah, orang tua, dan masyarakat. Penerimaan sosial juga semakin baik setelah adanya komunikasi, edukasi, dan pengalaman langsung.


Kata Kunci: Stigma Sosial; Pendidikan Inklusi; Peserta Didik Berkebutuhan Khusus.
« Kembali ke Pencarian