Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS siswa kelas IVA di SD Islam Plus YLPI Marpoyan Damai yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menerapkan model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui kegiatan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar IPAS siswa sebelum dan sesudah diterapkan pembelajaran berbasis proyek, dan mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IVA di SD Islam Plus YLPI Marpoyan Damai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment menggunakan desain onegroup pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa kelas IVA yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data meliputi tes (pretest dan posttest), observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest siswa sebesar 60,80, sedangkan rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 88,60. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t<sub>hitung</sub> = 31,64 lebih besar daripada t<sub>tabel</sub> = 2,064 pada taraf signifikansi 5%, sehingga Ha diterima dan H₀ ditolak. Aktivitas guru memperoleh persentase 98,61% dan aktivitas siswa 97,50%, keduanya berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas IVA di SD Islam Plus YLPI Marpoyan Damai.