Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ketuntasan belajar matematika (materi perkalian) siswa kelas II MIS Daarul Farah, dimana 76% siswa belum mencapai KKM (68) akibat pembelajaran yang konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketuntasan belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif berbasis permainan Bingo. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas II MIS Daarul Farah. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, serta dokumentasi, lalu dianalisis secara kuantitatif menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap siklus. Aktivitas guru meningkat dari 79,17% (Siklus I) hingga mencapai 95,83% (Siklus II). Aktivitas siswa juga meningkat dari 70% menjadi 92,5%. Peningkatan ini berdampak positif pada ketuntasan belajar klasikal siswa yang melonjak dari 60% (awal Siklus I) hingga mencapai 92% pada akhir Siklus II. Hasil ini telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan (80%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif melalui permainan Bingo dapat meningkatkan ketuntasan belajar matematika pada materi perkalian siswa kelas II MIS Daarul Farah. Model ini mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan mendorong siswa untuk lebih berpartisipasi dalam proses pembelajaran sehingga ketuntasan belajar meningkat secara optimal.