PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV MI TAHFIDZ NURUL ILMI PERAWANG

Penulis: ALYA PUTI KALAMIS

Tahun Lulus: 2026

Program Studi: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Jenis: Skripsi

Lihat / Unduh File PDF (Kecuali isi)

Abstrak

Peneliti ini mengkaji penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di MI Tahfidz Nurul Ilmi Perawang. Masalah yang diidentifikasi adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, terutama karena metode pengajaran konvensional yang lebih menekankan hafalan daripada penyelidikan aktif. Model pembelajaran inkuiri, yang diidentifikasikan sebagai proses sistematis yang melibatkan partisipasi aktif siswa dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menarik kesimpulan, diterapkan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus. Penelitian ini berfokus pada materi “iklim dan perubahannya” dalam kurikulum IPAS. Hasil awal (pra-siklus) menunjukkan skor rata-rata kemampuan berpikir kritis sebesar 60 dengan ketuntasan belajar 43%. Setelah siklus pertama, skor rata-rata meningkat menjadi 69,75 dengan ketuntasan 68%, menunjukkan perbaikan awal namun belum memenuhi kriteria keberhasilan. Setelah perbaikan pada siklus kedua, skor rata-rata kemampuan berpikir kritis mencapai 86,25 dan ketuntasan belajar meningkat menjadi 89%. Hal ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, mendorong pembelajaran aktif, penalaran logis, dan kemampuan pemecahan masalah.


Kata Kunci: Pembelajaran Inkuiri, Berpikir Kritis, IPAS, Aiswa Sekolah Dasar, Penelitian Tindakan Kelas.
« Kembali ke Pencarian