Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar yang berdampak pada hasil belajar IPAS siswa kelas IV Madrasah Ibtida‟iyah Khoiru Ummah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa serta hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar. Kajian teori mengacu pada Social Cognitive Theory Bandura dan Self-Determination Theory Deci dan Ryan yang menjelaskan bahwa motivasi berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan dan keberhasilan belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi sekaligus sampel berjumlah 38 siswa menggunakan teknik sampling jenuh. Data motivasi belajar dikumpulkan melalui angket, sedangkan hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai ulangan harian IPAS, serta didukung observasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, korelasi Product Moment Pearson, uji signifikansi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar siswa berada pada kategori cukup baik dengan persentase 66,81%, sedangkan rata-rata hasil belajar sebesar 73,32. Analisis korelasi menghasilkan koefisien r = 0,711 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan hubungan positif, kuat, dan signifikan antara motivasi belajar dan hasil belajar. Motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 50,6% terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, semakin tinggi motivasi belajar siswa, semakin tinggi pula hasil belajar yang dicapai.