Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS siswa kelas V di SD Islam YLPI. Berdasarkan prasiklus, ditemukan bahwa dari 24 siswa, sebanyak 20 siswa belum mencapai nilai ketuntasan (KKTP) dan hanya 4 siswa yang tuntas. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat teoretis dan kurangnya penggunaan metode yang variatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan metode eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Islam YLPI berjumlah 24 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes hasil belajar, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk mengukur tingkat ketuntasan klasikal siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan. Pada tahap Prasiklus, persentase ketuntasan klasikal hanya sebesar 16% Setelah dilakukan tindakan pada Siklus I, persentase ketuntasan meningkat menjadi 50% dan pada Siklus II mencapai keberhasilan maksimal sebesar 100% atau di atas indikator keberhasilan 80%. Selain itu, aktivitas belajar siswa menjadi lebih aktif dan siswa antusias. Kesimpulannya, penerapan metode eksperimen terbukti efektif meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Islam YLPI.