Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan pendekatan deep learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui pembelajaran mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan). Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, baik dalam pemahaman konsep, pelaksanaan pembelajaran, maupun dukungan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) implementasi pembelajaran deep learning di SD Negeri 164 Pekanbaru, (2) problematika yang dihadapi guru, dan (3) kesiapan guru serta dukungan sarana dan prasarana dalam menunjang penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 164 Pekanbaru dengan informan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan peserta didik yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran deep learning telah mulai diterapkan melalui perencanaan yang mengacu pada Kurikulum Merdeka, pembelajaran berpusat pada peserta didik, diskusi, pemecahan masalah, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Namun, penerapannya belum optimal karena adanya perbedaan pemahaman guru, keterbatasan pelatihan dan pendampingan, media serta fasilitas pembelajaran, perbedaan karakteristik peserta didik, dan keterbatasan waktu. Guru memiliki komitmen yang baik, tetapi masih diperlukan pelatihan berkelanjutan dan peningkatan sarana prasarana untuk mengoptimalkan implementasi deep learning.