Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peranan pengelola perpustakaan dalam mendukung pelaksanaan Gerakan Literasi dan Numerasi di sekolah dasar. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan literasi dan numerasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pengelola perpustakaan dalam mendukung Gerakan Literasi dan Numerasi serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat peranan pengelola perpustakaan di SD Negeri 009 Bina Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, pengelola perpustakaan, guru, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan pengelola perpustakaan dalam mendukung Gerakan Literasi dan Numerasi telah terlaksana dengan cukup baik melalui pengelolaan koleksi, pelayanan perpustakaan, administrasi, pengelolaan sarana dan prasarana, serta kerja sama dengan guru. Dalam mendukung literasi, pengelola menyediakan berbagai bahan bacaan dan membantu peserta didik dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan. Dalam mendukung numerasi, pengelola menyediakan buku Matematika dan sumber belajar yang berkaitan dengan numerasi, meskipun koleksi numerasi masih terbatas. Faktor pendukung meliputi dukungan anggaran sekolah, kepala sekolah, kerja sama guru, dan partisipasi peserta didik. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, koleksi buku tertentu, administrasi yang belum sepenuhnya tertata, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Upaya yang dilakukan meliputi penataan koleksi, pemeliharaan sarana, optimalisasi fasilitas yang tersedia, serta pengusulan penambahan koleksi dan perbaikan fasilitas