Penelitian ini dilatar belakangi hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan yang masih rendah. Hasil belajar siswa berdasarkan observasi dilaksanakan masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai rata-rata 61. Sebesar 33% atau 9 siswa yang tuntas belajar sedangkan 67% atau 18 siswa tidak tuntas. Maka peneliti menggunakan model pembelajaran Example Non Example untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa di Kelas III MI An-Nur Al Islami Kabupaten Kampar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai bulan April 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas III yang berjumlah 27 orang. Teknik pengumpulan data dengan observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan model Example Non Example dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas III MI AnNur Al Islami Kabupaten Kampar. Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 74 dengan persentase ketuntasan hasil belajar 67%. 9 siswa dengan persentase 33% tidak tuntas sedangkan 18 siswa dengan persentase 67% tuntas belajar. Pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 84 dengan persentase ketuntasan hasil belajar siswa 85%, hanya 4 siswa dengan persentase 15% yang tidak tuntas sementara 23 siswa dengan persentase 85% sudah tuntas belajar. Peningkatan hasil belajar pada setiap siklus tersebut membuktikan adanya pengaruh terhadap penerapan model Example Non Exampe pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa Kelas III MI An-Nur Al Islami Kabupaten Kampar. Model Example Non Example dapat menumbuhkan keaktifan belajar siswa, siswa antusias dengan media pembelajaran berupa gambar contoh dan non contoh yang ditampilkan oleh guru. Sehingga siswa lebih fokus terhadap materi selama proses pembelajaran berlangsung.