Rendahnya keterampilan berbicara siswa kelas I SD Negeri 188 Pekanbaru, yang ditunjukkan oleh kurangnya keberanian berbicara, rendahnya kelancaran, kurang jelasnya pengucapan, dan kesulitan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui penggunaan teknik mendongeng dengan media boneka tangan pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa kelas I SD Negeri 188 Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas guru dan siswa serta tes unjuk kerja keterampilan berbicara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa pada setiap siklus. Pada pra-penelitian diperoleh nilai rata-rata sebesar 45,76 dengan ketuntasan belajar 0%. Pada Siklus I Pertemuan 1 nilai rata-rata meningkat menjadi 62,05 dengan ketuntasan 42,86%, kemudian pada Siklus I Pertemuan 2 meningkat menjadi 72,54 dengan ketuntasan 46,43%. Peningkatan yang lebih signifikan terjadi pada Siklus II Pertemuan 1 dengan nilai rata-rata 87,28 dan ketuntasan 100%, serta pada Siklus II Pertemuan 2 nilai ratarata mencapai 93,53 dengan ketuntasan tetap 100%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan teknik mendongeng dengan media boneka tangan efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas I SDN 188 Pekanbaru, yang ditandai dengan meningkatnya kelancaran berbicara, keberanian, kejelasan pengucapan, dan kemampuan menyampaikan isi cerita.