Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan, kolaborasi, dan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 188 Pekanbaru pada mata pelajaran IPAS yang cenderung didominasi oleh metode konvensional, bersifat verbalistis, dan berpusat pada guru (teacher-centered). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahapan (perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi) ini bertujuan untuk menguji penerapan model Project-Based Learning (PjBL) pada materi perubahan wujud benda. Subjek penelitian melibatkan 24 siswa semester ganjil tahun ajaran 2025/2026, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif serta kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL secara berkesinambungan mampu meningkatkan aktivitas guru dari 62,90% (Siklus I Pertemuan 1) dan 75,00% (Siklus I Pertemuan 2) menjadi 81,81% (Siklus II Pertemuan 1) dan 90,47% (Siklus II Pertemuan 2). Peningkatan sejalan juga terjadi pada aktivitas/kolaborasi siswa dari 66,66% dan 76,31% pada Siklus I, menjadi 83,33% dan 89,47% pada Siklus II dengan kriteria sangat baik. Selain itu, ketuntasan hasil belajar siswa yang semula hanya 33,33% (8 siswa) pada kondisi prasiklus, meningkat menjadi 50,00% pada Siklus I Pertemuan 1, 58,33% pada Siklus I Pertemuan 2, hingga mencapai peningkatan signifikan pada Siklus II yang melampaui indikator keberhasilan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi model Project-Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan kolaborasi dan hasil belajar IPA/IPAS siswa kelas III SD Negeri 188 Pekanbaru