Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kejenuhan belajar siswa kelas IV MI Al-Rasyid yang mencapai 70%. Kondisi ini ditandai dengan kurangnya fokus, sikap pasif, rasa bosan akibat metode ceramah yang monoton, serta rendahnya kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Inquiry Learning berbasis Ice Breaking dan menguji efektivitasnya dalam mengatasi kejenuhan belajar siswa.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV MI Al-Rasyid Parit Senapang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Pada tahap Prasiklus, kondisi belajar didominasi kejenuhan dengan minat belajar yang rendah. Setelah dilakukan tindakan pada Siklus I, hasil angket respon siswa menunjukkan adanya perbaikan dengan persentase minat/motivasi yang mulai meningkat, meskipun keterlibatan siswa belum merata. Peningkatan drastis terjadi pada Siklus II, di mana berdasarkan hasil angket respon siswa (Tabel IV.10), terjadi penurunan tingkat kejenuhan secara signifikan yang dibarengi dengan peningkatan antusiasme dan fokus belajar. Integrasi ice breaking yang strategis dalam tahapan inkuiri berhasil menciptakan suasana kelas yang rileks dan interaktif, sehingga siswa menjadi lebih ceria, berani bertanya, dan mampu berpikir kritis.Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model Inquiry berbasis Ice Breaking terbukti efektif mengatasi kejenuhan belajar siswa kelas IV MI Al-Rasyid. Tren positif dari data angket dan observasi di setiap siklus membuktikan bahwa suasana belajar yang menyenangkan dapat memutus rantai kelelahan mental siswa selama proses pembelajaran aktif.