Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas II SD Negeri 188 Pekanbaru dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas II SD Negeri 188 Pekanbaru Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan wawancara, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase aktivitas guru, aktivitas siswa, dan ketuntasan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Sebelum tindakan, ketuntasan belajar siswa sebesar 33,33% dengan nilai ratarata 65. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 77,29 dengan ketuntasan belajar sebesar 54,16%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 82,95 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 83,33%. Selain itu, aktivitas guru meningkat dari 56,92% menjadi 96,92%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 50% menjadi 95%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa kelas II SD Negeri 188 Pekanbaru.