Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui pendekatan deep learning dalam membentuk karakter serta mengembangkan kemampuan berpikir dan pengalaman belajar bermakna pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta melalui pendekatan deep learning yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat penerapannya di Raudhatul Athfal Griya Bina Widya Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan wali murid yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta telah dilaksanakan secara sistematis melalui penyusunan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Panca Cinta, pelaksanaan pembelajaran yang menekankan pembiasaan, keteladanan, eksplorasi, refleksi, dan keterlibatan aktif anak, serta evaluasi autentik melalui observasi, catatan anekdot, penilaian hasil karya, dan komunikasi dengan orang tua. Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen kepala sekolah dan guru, lingkungan belajar yang kondusif, tersedianya sarana pembelajaran, serta dukungan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan media pembelajaran, perbedaan karakteristik anak, keterlibatan orang tua yang belum optimal, dan kesiapan guru dalam menerapkan pendekatan deep learning. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta melalui pendekatan deep learning mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna serta mendukung perkembangan karakter, sosialemosional, spiritual, dan kognitif anak secara holistik.