Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan sains anak usia dini di Kelompok B RA Tahfiz Sakinah Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Hal tersebut terlihat dari kemampuan peserta didik yang masih rendah dalam mengamati, membedakan, mengelompokkan, dan mengomunikasikan hasil pengamatan terhadap objek di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sains anak usia dini melalui penerapan pendekatan eksplorasi lingkungan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 10 peserta didik Kelompok B RA Tahfiz Sakinah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan eksplorasi lingkungan mampu meningkatkan pengetahuan sains anak usia dini. Hal tersebut terlihat dari peningkatan nilai rata-rata peserta didik pada setiap tahap penelitian, yaitu sebesar 50,71% pada pra siklus, meningkat menjadi 50,71% pada Siklus I pertemuan pertama, 61,79% pada Siklus I pertemuan kedua, 86,43% pada Siklus II pertemuan pertama, dan mencapai 96,07% pada Siklus II pertemuan kedua. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas guru dan peserta didik selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan pada setiap siklus. Peserta didik menjadi lebih aktif mengamati, menyentuh, mencium, membandingkan, mengelompokkan, bertanya, serta menceritakan kembali hasil pengamatan terhadap tanaman obat yang digunakan sebagai objek eksplorasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan eksplorasi lingkungan efektif dalam meningkatkan pengetahuan sains anak usia dini di Kelompok B RA Tahfiz Sakinah Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.