PERAN BAITUL MAAL WAT TAMWIL INDRAGIRI DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Penulis: SAEFUDIN ZUHRI

Tahun Lulus: 2026

Program Studi: Manajemen Bisnis Syariah

Jenis: Skripsi

Lihat / Unduh File PDF (Kecuali isi)

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krusialnya peran lembaga keuangan mikro syariah dalam mengatasi keterbatasan akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar terhindar dari jerat praktik pembiayaan ribawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Indragiri dalam pemberdayaan usaha mikro berdasarkan prinsip ekonomi Islam, menganalisis strategi pembiayaan dan pendampingan usaha yang diterapkan, serta mengidentifikasi dampak program pemberdayaan terhadap keberhasilan transformasi pelaku usaha dari kategori mustahik menjadi muzakki. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas jajaran manajemen pengurus BMT Indragiri serta pelaku UMKM anggota. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, BMT Indragiri berhasil mengintegrasikan identitas gandanya secara holistik; fungsi Baitut Tamwil bertindak sebagai tameng finansial, sementara fungsi Baitul Maal memanifestasikan keadilan sosial melalui penyaluran ZISWAF yang mengaktualisasikan semangat ta'awun dan Maqashid Syariah. Kedua, strategi pembiayaan murabahah berjalan sangat efektif didukung oleh sistem Sintek dan instrumen Click, namun masih ditemukan celah (gap) berupa ketiadaan inkubasi manajerial teknis yang terstruktur serta kebijakan uang muka (DP) awal yang cenderung rigid. Ketiga, program pemberdayaan ini memberikan dampak positif berdimensi ganda, yakni eskalasi kapasitas ekonomi riil (ketahanan usaha dan efek pengganda tenaga kerja) serta transformasi sosial-spiritual. Melalui rekayasa sosial berupa program infak harian, pelaku usaha yang awalnya berstatus mustahik berhasil meraih kemandirian ekonomi dan bertransformasi menjadi muzakki secara konsisten


Kata Kunci: Pemberdayaan UMKM, Lembaga Keuangan Mikro Syariah, BMT Indragiri, Mustahik, Muzakki.
« Kembali ke Pencarian