Pendidikan multikultural penting diterapkan di sekolah dasar untuk menumbuhkan sikap toleransi dalam menghadapi keberagaman budaya, agama, suku, dan ras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan multikultural dalam membentuk sikap toleransi siswa serta faktor pendukung dan penghambatnya di SDN 188 Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri dari 10 orang yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural di SDN 188 Pekanbaru telah diimplementasikan melalui pembelajaran, interaksi sosial, dan kegiatan sekolah yang menanamkan nilai saling menghargai. Faktor pendukung meliputi iklim sekolah, kurikulum, peran guru, dan kegiatan sekolah serta interaksi antar komponen sekolah.. Adapun hambatannya adalah, Sikap individu yang kurang bisa menerima perbedaan, kurangnya media Pembelajaran tentang keberagaman, kurangnya poster-poster yang menggambarkan tentang keberagaman dan nilai-nilai multikultural serta kurangnya sosialisasi terutama untuk guru-guru. ketidak konsistenan sikap, serta keterbatasan waktu, sumber daya, dan fasilitas menjadi tantangan dalam mencapai tujuan pendidikan multikultural secara maksimal. Untuk itu, dibutuhkan strategi yang lebih sistematik dan kreatif dalam mengatasi hambatan-hambatan ini, serta dukungan berkelanjutan dari semua pihak terkait untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan toleran. implementasi pendidikan multikultural yang tepat dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, damai, dan berkarakter