Konsentrasi pada anak usia 5–6 tahun sangat penting untuk mendukung perkembangan kognitif, emosional, dan kesiapan belajar pada jenjang pendidikan selanjutnya. Namun, pada usia ini, anak memiliki rentang fokus yang masih pendek, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang menyenangkan untuk menjaga dan meningkatkan konsentrasi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ice breaking dapat meningkatkan konsentrasi anak usia 5–6 tahun di RA Tahfizh Baitul Hikmah Indonesia, Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ice breaking secara tepat mampu meningkatkan konsentrasi anak secara signifikan. Pada Siklus I Pertemuan 1, tingkat ketuntasan anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) baru mencapai 7,14%, meningkat menjadi 21,42% pada pertemuan kedua. Pada Siklus II Pertemuan 1, ketuntasan meningkat menjadi 50%, dan mencapai 85,71% pada Pertemuan 2. Selain itu, ketuntasan klasikal guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari 67,19% (kategori kurang) menjadi 92,2% (kategori sangat baik). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ice breaking yang diterapkan secara tepat dan konsisten berperan penting dalam meningkatkan konsentrasi anak usia dini dalam proses pembelajaran