Salah satu model pembelajaran inovatif yaitu model kooperatif tipe Teams Games Tournament. Model pembelajaran Teams Games Tournament merupakan suatu tipe Pembelajaran yang menekankan siswa belajar dalam kelompok heterogen yang beranggotakan 3 sampai 5 orang. Model ini memiliki keunggulan yaitu fungsi mental (rasa percaya diri, aktif) yang lebih tinggi akan muncul dalam percakapan atau kerjasama antar individu. Lancarnya pembelajaran matematika, seorang guru harus kreatif dalam mengkolaborasikan materi dengan kehidupan siswa. Objek penelitian ini adalah Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode (Team Game Tuornament) Pada Muatan Pembelajaran Matematikadi Kelas II SD Tahfiz Terpadu Al-Firdaus Teropong Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Metode penelitian yang digunakan adalah Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas atau PTK.. Pendekatan yang digunakan pendekatan penelitian meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode (Team Game Tuornament) pada muatan pembelajaran matematika.Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik dokumentasinya yaitu dengan sistematika analisis data kualitatif yaitu (Tes, Observasi, Wawancara, dan dokumentasi). Hasil penelitian ini adalah. disimpulkan bahwa pembelajaran metode (Team Game Tuornament) merupakan pembelajaran tanpa tatap muka secara Berdasarkan hasil tes awal nilai rata-rata hasil belajar siswa sebelum diterapkan strategi Teams Games Tournament adalah sebesar 28,03% dengan kriteria sangat rendah. Nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan strategi Teams Games Tournament pada siklus I sebesar 67% dengan kriteria sedang dan secara klasikal 69% berarti nilai yangdiperoleh siswa belum mencapai ketuntasan klasikal yaitu sebesar ≥85%. Nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan strategi Teams Games Tornament pada siklus II sebesar 79,63% dengan kriteria sangat tinggi dan secara klasikal 86%, berarti nilai hasil belajar siswa telah mencapai ketuntasan secara klasikal. Ini berarti terjadi peningkatanhasil belajar matematika siswa dari sebelum tindakan ke siklus I sebesar 38,62%, dan dari siklus I ke siklus II sebesar 12,98%.”.