Pendahuluan Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi guru dalam mengatasi perilaku bullying yang terjadi pada siswa kelas IV di SDN 37 Pekanbaru. Bullying merupakan tindakan kekerasan fisik, verbal, maupun psikologis yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan anak. Melalui metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang terjadi meliputi fisik seperti memukul dan mengambil barang teman, serta kekerasan verbal seperti mengejek dan berkata kasar. Faktor penyebabnya antara lain latar belakang keluarga yang tidak harmonis, senioritas, dan karakter individu siswa. Penelitian menunjukkan bahwa, (1) Bentuk perilaku bullying yang terjadi di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 37 Pekanbaru yaitu bentuk bullying fisik seperti memukul, memainkan barang temannya dan bullying verbal berupa ancaman, berkata jorok dan mengolok-olok. (2)Terbentuknya perilaku bullying di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 37 Pekanbaru disebabkan oleh latar belakang keluarga yang tidak rukun, senioritas dan karakter individu itu sendiri, (3) Strategi Guru dalam mengatasi perilaku bullying siswa kelas IV yaitu, ketika ada permasalahan Guru memanggil siswa yang bersangkutan dan memasukkan dalam buku hitam, siswa yang memiliki permasalahan dipanggil satu-persatu, mencari pokok permasalahan, guru dapat menemukan permasalahan, siswa yang melakukan kesalahan dipanggil dan dipertemukan, menanyakan benar atau tidak melakukan kesalahan, mengamankan kedua belah pihak, guru membuat kesepakatan agar siswa tidak mengulangi kesalahannya, jika tidak bisa diselesaikan maka pihak sekolah memanggil orang tua yang bersangkutan, diberi sanksi (Korsing). Strategi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi siswa.